Páginas

Manusia Purba

Manusia Purba

Sejarah manusia, terbagi pada zaman prasejarah yang dilakukan pembabakan berdasarkan ilmu arkeologi, yang  bertujuan untuk mengetahui usia manusia purba berdasarkan benda peninggalan purbakala yang ditemui. Benda  tersebut merupakan perkakas rumah tangga, patung, coretan di gua-gua, dan fosil purba yang berbeda di setiap zamannya.

Manusia purba menggunakan alat-alat dalam memenuhi kebutuhannya untuk bertahan hidup, dengan menggunakan benda-benda alam yang keras seperti kayu dan tulang. Berikut ini jenis manusia purba yang terbagi pada zamannya :

Zaman Paleolitikum (Zaman Batu Tua)

Manusia purba pada pada zaman ini ditemukan dengan artefak penggunaan perkakas yang bentuknya sangat sederhana dan primitif. Kehidupan manusia purba pada zaman tersebut, hidup dalam kelompok-kelompok, tinggal pada daerah aliran sungai, gua, atau di atas pohon. Bertahan hidup dengan mencari makanan dari alam, dengan mengumpulkan (food gathering) serta berburu. Sehingga, hidupnya selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden).

Zaman Mezolitikum (Zaman batu madya)

Pada zaman mezolitikum yakni merupakan zaman batu madya (mezo) atau pertengahan. Manusia purba saat zaman Mezolitikum ini, melakukan pengumpulan makanan (food gathering) dalam tingkat yang lebih lanjut, yang dimulai saat berakhir zaman es, sekitar 10.000 tahun yang lampau. Para ahli memperkirakan manusia yang hidup pada zaman ini, merupakan bangsa Melanesoide. Perkakas yang ditemukan adalah kapak genggam, pabble cultur  dan alat berburu dari tulang hewan.

Zaman Neolitikum (Zaman batu muda)

Jenis manusia purba pada zaman Neolitikum telah mengalami perubahan pesat dengan cara hidup yang lebih modern. Untuk memenuhi kebutuhannya dari cara food gathering (mengumpulkan makanan) kemudian, naik menjadi food producting (memproduksi makanan), dengan cara bercocok tanam dan memelihara hewan. Manusia purba pada masa itu, sudah mulai mempunyai tempat tinggal untuk menghindari bahaya binatang buas.

Zaman Megalitikum (zaman batu besar)

Sejarah manusia purba pada masa ini mulai mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme yaitu animisme yakni kepercayaan terhadap roh nenek moyang (leluhur) yang dipercaya mendiami tempat-tempat, seperti pohon, batu, gunung atau pada benda-benda seperti benda tajam. Sedangkan dinamisme, membentuk kepercayaan pada kekuatan gaib yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan sesuatu. Terlihat dari bangunan kepercayaan yang ditemukan seperti dolmen, sarkofagus, kuburan batu, punden berundak undak seperti candi borobudur dan arca.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Layout por Maryana Sales - Tecnologia Blogger